NUNUKAN, TIN — Kebutuhan fasilitas pendidikan di Kabupaten Nunukan kembali menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, S.E., M.Si., menyoroti masih terbatasnya ruang belajar dan sejumlah fasilitas penunjang di SMA Negeri 3 Nunukan.
Perhatian tersebut disampaikan saat Ingkong meninjau pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 3 Nunukan, Rabu (4/11). Dalam kunjungan itu, ia meminta kebutuhan infrastruktur sekolah yang belum terpenuhi segera ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan perangkat daerah terkait.
Ingkong mengapresiasi hasil pembangunan gedung sekolah yang telah rampung dikerjakan. Meski demikian, berdasarkan aspirasi pihak sekolah, masih diperlukan tambahan empat ruang kelas agar proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih optimal.
Pemprov Kaltara pun membuka peluang untuk membantu pemenuhan kebutuhan tersebut secara bertahap. Sebagai langkah awal, Ingkong berharap setidaknya dua ruang kelas tambahan dapat direalisasikan.
“Kita melihat hasil pembangunan yang sudah ada sangat bagus. Namun, masih ada kebutuhan empat ruang kelas. Pihak sekolah juga sudah mengusulkan melalui dinas terkait. Mudah-mudahan kita bisa membantu, minimal dua ruangan terlebih dahulu,” ujar Ingkong.
Selain penambahan ruang belajar, kondisi halaman sekolah turut menjadi perhatian Wagub. Ia menilai area tersebut perlu dibenahi agar dapat menunjang berbagai kegiatan siswa, termasuk menjadi ruang pengembangan minat dan bakat di bidang olahraga.
Untuk mempercepat proses tindak lanjut, Ingkong meminta pihak sekolah berkoordinasi dengan konsultan pembangunan dalam menyiapkan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Dokumen tersebut diperlukan sebagai bahan evaluasi bagi organisasi perangkat daerah teknis sebelum melakukan pemeriksaan langsung terhadap kebutuhan di lapangan.
Tak hanya fasilitas di dalam lingkungan sekolah, akses jalan menuju SMA Negeri 3 Nunukan juga masuk dalam catatan peninjauan. Menurut Ingkong, kondisi akses perlu mendapat perhatian agar perjalanan siswa, tenaga pendidik, maupun masyarakat yang beraktivitas di sekolah menjadi lebih mudah.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Nunukan dapat terlibat dalam koordinasi penanganan akses tersebut sehingga peluang perbaikannya bisa diupayakan pada tahun berikutnya.
Adapun pembenahan halaman sekolah melalui pekerjaan pengecoran dengan konstruksi beton kaku atau rigid beton diminta untuk dikomunikasikan lebih lanjut bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU). Langkah ini diperlukan guna mengetahui kebutuhan teknis sekaligus mempertimbangkan kemungkinan dukungan pembiayaan sesuai kapasitas anggaran daerah.
Di sela-sela kunjungannya, Ingkong juga memberikan motivasi kepada para guru agar tidak kehilangan semangat dalam menjalankan tanggung jawab mendidik generasi penerus bangsa, meskipun fasilitas pendidikan masih memiliki sejumlah keterbatasan.
“Harapan kami, pihak sekolah terus semangat memberikan pelajaran kepada anak-anak. Dengan segala kekurangan yang ada, jangan pernah menyerah untuk mendidik mereka. Jasa guru sangat besar dalam membangun keberlangsungan bangsa dan negara,” pesannya.
Pemprov Kaltara berharap berbagai kebutuhan infrastruktur di SMA Negeri 3 Nunukan dapat ditangani secara bertahap melalui sinergi pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pihak sekolah.
Upaya tersebut diharapkan mampu menghadirkan lingkungan pendidikan yang lebih representatif, sekaligus memberikan kenyamanan bagi siswa dan guru dalam menjalankan aktivitas belajar mengajar di Kabupaten Nunukan.
