Menu

Mode Gelap
Asatu Desak Kejari Bulukumba Segera Tetapkan Tersangka Kasus UPPO Bulukumba Satu Lagi, Komplotan Curnak di Bulukumba Diringkus Polisi WRC dan PSMP Sulsel Desak Pengusutan Dugaan Pengelolaan Kawasan Lindung di Batu Tongkaraya Bantu UMKM di Bulukumba, HIPMI Bakal Gelar Ramadhan Fair 2023 Teroris KKB Kembali Menyerang dan Tembak Warga Sipil di Yahukimo, Pelaku Pecatan Prajurit TNI

NEWS · 4 Jul 2023 19:49 WIB ·

Pekerja Tewas di Gedung PPP Sulsel, LKKN Pertanyakan IMB dan K3


 Pekerja Tewas di Gedung PPP Sulsel, LKKN Pertanyakan IMB dan K3 Perbesar

NEWS TIN – MAKASSAR, Kecelakaan kerja terjadi di kantor DPW PPP Sulsel mendapat sorotan dari LKKN. Lembaga anti rasuah ini meminta agar Aparat kepolisian memanggil Ketua DPW PPP Sulsel untuk diperiksa atas meninggalnya pekerja asal kabupaten Gowa.

“Ketua PPP Sulsel harus bertanggungjawab. Mengingat peristiwa itu terjadi di kantor DPW PPP Sulsel,” terang Baharuddin saat dikonfirmasi Sabtu malam (1/7/2023).

Diketahui dari bahan keterangan yang beredar Mansyur dg. Sijaya, warga Paccinongan, dan Riswan, Desa Romang Loe (Pakatto) kedua tewas saat mengerakkan corong (belalai) pompa beton tiba-tiba menyentuh kabel listrik kemudian terjadi percikan api dan melihat korban Mansyur gemetar kemudian terjatuh, dan Saksi juga melihat Riswan yang memegang ujung corong ikut gemetar akibat sengatan listrik dan kemudian keduanya terjatuh.

Selain itu Ketua umum LKKN ini mempertanyakan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan K3 perlindungan bagi pekerja.

K3 adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.

K3 diatur didalam Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012, pengertian keselamatan dan kesehatan kerja.

“Kepolisian saat melakukan langkah penyelidikan harus juga mengacu pada peraturan daerah terkait IMB dan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang K3. Ketika atur itu dilanggar pemilik gedung harus bertanggung jawablah atas peristiwa hilangnya nyawa pekerja,” terang Ibar sapaan lain Ketua umum LKKN

“Pada intinya Penyidik Polrestabes Makassar memanggil dan memeriksa pihak bertanggungjawab dalam hal ini pemilik gedung dan Direktur Utama, PT. Mega Beton Mandiri selaku pemilik kendaraan radio mix,” tegas Ibar.

Ketua LKKN juga mempertanyakan pekerjaan kontruksi renovasi gedung kantor PPP di Jalan Sungai Sadang itu beraktifitas di luar Jam kerja.

“Kalau tidak salah dalam pemberitaan kedua korban meninggal sekitar pukul 18:00 WITA, itukan diluar jam kerja. Dan perlu dingatkan pihak DPW PPP dan PT. Mega Beton Mandiri harus bertanggungjawab dengan memberi santunan kematian kepada dua keluarga korban,” jelas dia.

“Tetapi ini ada Kelalaian dari pemilik gedung, proses hukum harus tetap berjalan,” kunci ibar.

Hingga berita ini diturunkan belum ada penjelasan resmi pihak DPW PPP Sulawesi Selatan. (LN)

 

Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pengusaha Muda Andi Muhammad Algazali Temui Muhaimin Iskandar Setela Ambil Formulir Bakal Calon Bupati ke PKB

12 Mei 2024 - 13:04 WIB

Ahli Ungkap Downline Fiktif Dugaan Korupsi Eks Pimca Bulog Dengan Kerugian Negara 1,7 Miliar

7 Mei 2024 - 07:38 WIB

Aliansi Masyarakat Bersatu Menyoroti Perum Bulog Bulukumba Ada Apa, Gudang Tutup Petani Gabah Mengeluh

4 Mei 2024 - 12:11 WIB

Wrc Akan Melakukan Pegaduan di Kantor BPN Sul Sel Terkait lahan Milik H Murniti Diduga di Klaim Oleh Oknum Mantan ASN Pemda

4 Mei 2024 - 06:53 WIB

Wrc Sul Sel Meminta Pemkot Makassar Menutup Gudang Sumber Jaya Motor, Diduga Abaikan Perda dan Tidak Memiliki Izin

29 April 2024 - 10:26 WIB

Oknum Polisi Aniaya Istri yang Sedang Hamil, Dilaporkan ke Polda Sumut

16 April 2024 - 22:42 WIB

Trending di HUKRIM